update kalau tdk bisa cb ini : ROCHIM_MY ELECTRIC

Selasa, 22 Januari 2013

Membuat Termometer Digital Sederhana

ElectaX. Thermometer digital sebenarnya bukanlah barang baru lagi dalam dunia elektronika. Ada banyak Contoh rangkaian thermometer digital yang dapat anda cari di internet. Silakan anda masukan keyword di google seperti “Membuat Thermometer Digital” maka anda akan menemukan banyak artikel yang menulis tentang Themometer Digital.
Jadi tidak ada salahnya jika kita mencoba membuat Thermometer digital sendiri. Bagaimana Caranya?

Tutorial Elektronika kali ini akan membahas bagaimana membuat thermometer digital sendiri. Sebelum memulai membuat thermometer digital, terlebih dahulu kita kumpulkan komponen elektronika yang kita butuhkan. Komponen Elektronika yang kita butuhkan sebagai berikut:
  1. Sebuah Thermistor
  2. 6 buah Resistor 10KOhm
  3. 4 buah Resistor 480 Ohm
  4. 4 buah IC LM339
  5. 4 buah led dengan warna yang berbeda-beda; Biru, Hijau, Kuning dan Merah
  6. Sebuah Buzzer
Setelah kita mengumpulkan komponen-komponen tersebut, kita dapat merangkainya seperti contoh rangkaian thermometer digital dengan indicator led dibawah ini.

Gambar Rangkaian Termometer Digital Sederhana

Gambar.1 Rangkaian thermometer Digital

Rangkaian Thermometer digital tersebut dapat anda pasang di tempat tinggal anda, baik di ruang tamu ataupun di kamar tidur anda.
Cara kerja rangkaian elektronika tersebut kurang lebih seperti ini:
  1. Ketika Suhu yang dideteksi oleh thermistor sebesar 0oC-15oC maka Led yang pertama (berwarna biru) akan menyala yang mengindikasikan suhu dingin.
  2. Ketika Suhu yang dideteksi oleh thermistor sebesar 20oC-30oC maka Led yang kedua (berwarna hijau) akan menyala yang mengindikasikan suhu normal.
  3. Ketika Suhu yang dideteksi oleh thermistor sebesar 35oC-55oC maka Led yang ketiga (berwarna kuning) akan menyala yang mengindikasikan suhu meningkat.
  4. Ketika suhu yang dideteksi oleh thermistor mencapai hingga 60oC lebih maka Led keempat (berwarna merah) akan menyala ditambah suara buzzer yang mengindikasikan bahaya.
Gambar Rangkaian Termometer Digital Sederhana

Gambar.2 Rangkaian Thermometer Digital berkerja


Senin, 21 Januari 2013

Rangkaian Sensor Suhu Proteksi


Tutorial Elektronika kali ini akan membahas tentang rangkaian sensor suhu yang dapat kita gunakan sebagai rangkaian proteksi terhadap panas. Rangkaian sensor suhu ini dapat anda gunakan pada alat-alat elektronika yang rentan terhadap panas yang berlebihan. Baca lagi...?

Untuk membuat rangkaian sensor suhu tersebut, kita membutuhkan komponen elektronika sebagai berikut.
  1. Sensor suhu ( disini saya menggunakan thermistor model 5KOhm per 25oC)
  2. 2 buah resistor 10KOhm
  3. dua buah transistor NPN (saya gunakan 2N222A)
  4. relay proteksi 12 volt
  5. supply 9 volt dan 12 volt

            Setelah semua komponen elektronika diatas telah anda dapatkan, maka kita akan merangkainya seperti gambar berikut ini.
Gambar Rangkaian Sensor Suhu

Gambar.1 Rangkaian Sensor Suhu Proteksi

            Sedikit penjelasan mengenai rangkaian sensor suhu proteksi tersebut sebagai berikut:
  1. Rangkaian sensor suhu tersebut terdiri dari tiga rangkaian yaitu, rangkaian pembagi tegangan thevenin, rangkaian transistor darlington dan rangkaian relay proteksi.
  2. Ketika suhu dalam batasan normal atau dalam nilai toleransi hingga 450C, kinerja alat elektronika tetap stabil.
  3. Apabila suhu telah mencapai hingga 500C atau lebih, maka relay proteksi akan berkerja dan akan memutus kontak dengan sumber tegangan 220 volt.

            Rangkaian sensor suhu tersebut cukup sederhana, hanya menggunakan prinsip pembagi tegangan yang biasa digunakan pada rangkaian sensor lainnya. Kita dapat menggunakan rangkaian tersebut untuk beragam aplikasi lainnya seperti indicator pemanas ruangan atau sebagai indicator pemasak air.
            Kita juga dapat menggunakan rangkaian sensor suhu tersebut menjadi inputan bagi mikrokontroler dan membuat beragam aplikasi elektronika yang inovatif. Seperti membuat Thermometer Digital Sederhana dengan Thermistor atau lain sebagainya.
            Bagi anda yang memiliki pertanyaan atau ingin berbagi informasi lainnya, anda dapat menuliskannya di Kotak komentar yang ada.

Kamis, 06 Desember 2012

DASAR RANGKAIAN LISTRIK


BAB I
KONSEP RANGKAIAN LISTRIK

Definisi - Definisi
Rangkaian listrik adalah suatu kumpulan elemen atau komponen listrik yang saling dihubungkan dengan cara-cara tertentu dan paling sedikit mempunyai satu lintasan tertutup.
Elemen atau komponen yang akan dibahas pada mata kuliah Rangkaian Listrik terbatas
pada elemen atau komponen yang memiliki dua buah terminal atau kutub pada kedua ujungnya. Untuk elemen atau komponen yang lebih dari dua terminal dibahas pada mata kuliah Elektronika.
Pembatasan elemen atau komponen listrik pada Rangkaian Listrik dapat dikelompokkan kedalam elemen atau komponen aktif dan pasif. Elemen aktif adalah elemen yang menghasilkan energi dalam hal ini adalah sumber tegangan dan sumber arus, mengenai sumber  ini  akan  dijelaskan  pada  bab  berikutnya.  Elemen  lain  adalah  elemen  pasif dimana  elemen  ini  tidak  dapat  menghasilkan  energi,  dapat  dikelompokkan  menjadi elemen yang hanya dapat menyerap energi dalam hal ini hanya terdapat pada komponen resistor atau banyak juga yang menyebutkan tahanan atau hambatan dengan simbol R, dan komponen pasif yang dapat menyimpan energi juga diklasifikasikan  menjadi dua yaitu komponen atau lemen yang menyerap energi dalam bentuk medan magnet dalam hal ini induktor atau sering juga disebut sebagai lilitan, belitan atau kumparan dengan simbol L, dan kompone pasif yang menyerap energi dalam bentuk medan magnet dalam hal ini adalah kapasitor atau sering juga dikatakan dengan kondensator dengan simbol C, pembahasan mengenai ketiga komponen pasif tersebut nantinya akan dijelaskan pada bab berikutnya.
Elemen atau kompoen listrik yang dibicarakan disini adalah :
1.   Elemen listrik dua terminal a.   Sumber tegangan
b.   Sumber arus
c. Resistor ( R ) 
d. Induktor( L )  
e.   Kapasitor ( C )

silahkan klik disini untuk mempelajari lebih lanjut ^_^ 

PEMROSESAN SINYAL(GELOMBANG AC DAN DC)



LUQMAN NUR RAKHIM/100534402718/PTE B
Soal :
1.      RTD mempunyai platinum yang mempunyai resistansi 5KΩ pada kondisi 00C dihubungkan dengan rangkaian pada gambar soal nomer satu, diketahui koefisien rasistansi tempeeratur bahan platinum adalah 0,025Ω/0C.  hitung rangkaian keluaran rangkaian dan buat script simulasi perubahan tegangan pada suhu 600C dan 1250C. dengan +E=10V , _E=-10V dan R=10.000K ohm!
Jawab :
1.       Diketahui :
·         Resistansi RTD/R awal =5KΩ                       
·         Koefisien resistansi =0,025Ω/0C
·          +E=10V , _E=-10V
·         R=10.000K ohm
·         V pada suhu 600C dan 1250C?
·         Script, hasil gambardan penjelasan?

Ø  Suhu pada 60 0C
RTD1=(60-0)*0.025+R0   >RTD1=(60-0)*0.025+5000=5001.5Ω
VA1=E*RTD1/(RTD1+R0)  >10*5001.5/(5001.5+5000)= 5,00075 volt
VB1=E*R0/(R0+R0)      >10*5000/(5000+5000)=5 volt
                       
Ø  Suhu 125 0C
                                   
RTD1=(125-0)*0.025+R0   >RTD1=(125-0)*0.025+5000=5003,125Ω
VA1=E*RTD1/(RTD1+R0)  >10*5003.125/(5003.125+5000)= 5.00146 volt
VB1=E*R0/(R0+R0)      >10*5000/(5000+5000)=5 volt

Ø  Script matlab

T=100;
t=0:1/T:2;
E=10;%tegangan input
R=10000;%resistansi
R0=5000;%hambatan awal pada suhu 0 derajat
RTD1=(60-0)*0.025+R0;% nilai RTD pada suhu 60 derajat celcius
VA1=E*RTD1/(RTD1+R0);% tegangan keluaran VA pada suhu 60 derajat
VB1=E*R0/(R0+R0);%  nilai tegangan VB pada suhu 60 derajat
%kemudian mencari nilai penguatan serta tegangan keluaran pada suhu 60 derajat
subplot(2,2,1);
plot(t,E);
title('Tegangan E');
Vo1=(VA1-VB1)*R;%tegangan keluaran, menggunakan rumus differensial
subplot(2,2,2);
plot(t,Vo1);
title('Tegangan keluaran Vo pada suhu 60 derajat');
subplot(2,2,3);
plot(t,E);
title('Tegangan E');
RTD2=(125-0)*0.025+R0;%  nilai RTD pada suhu 125 derajat celcius
VA2=E*RTD2/(RTD2+R0);% tegangan keluaran VA pada suhu 125 derajat
VB2=E*R0/(R0+R0);%  nilai tegangan VB pada suhu 125 derajat
%kemudian mencari nilai penguatan serta tegangan keluaran pada suhu 125 derajat
Vo2=(VA2-VB2)*R;%tegangan keluaran, menggunakan rumus differensial
subplot(2,2,4);
plot(t,Vo2);
title('Tegangan keluaran Vo pada suhu 125 derajat');

untuk lengkapnya, download disini ja ya teman ^_^....