update kalau tdk bisa cb ini : ROCHIM_MY ELECTRIC: 2013

Minggu, 31 Maret 2013

Mikrokontroler

Mikrokontroler adalah salah satu dari bagian dasar dari suatu sistem komputer. Meskipun mempunyai bentuk yang jauh lebih kecil dari suatu komputer pribadi dan komputer mainframe, mikrokontroler dibangun dari elemen-elemen dasar yang sama.


  Mikrokontroler banyak digunakan untuk sebuah kendali kecil bahkan ada yang lebih dari sekedar kendali sedrhana misalnya di industri . Mikrokontroler harganya sangat terjangkau terutama bagi kalangan siswa atau mahasiswa. hanya kisaran puluhan ribu
 Jenis -jenis Mikrokontroler juga bermacam-macam , yang sering saya gunakan adalah mikrokontroler AVR (atmega 8535 ,32 ,16 , 8) . Mikrokontroler mempunyai fitur yang berbeda-beda untuk lebih jelasnya bisa melihat di datasheetnya .
  Pada Robot Digital Mikrokontroler sangat berperan seperti Line tracer(line follower) mikrokontroler dll. Mikrokontroler merupakan jenis IC TTL jadi butuh tegangan 5 Volt untuk mengoprasikannya.
  Bahasa pemrograman Mikrokontroler bermacam-macam ada yang menggunakan bahasa C , Basic dll. pemrograman Mikrokontroler lebih rumit daripada pemrograman pada PLC . Tapi masalah harga mikrokontroler lebih murah .
  bagi teman-teman yang pengen belajar mikrokontroler dan pemrogramannya bisa menggunakan simulasi Proteus ISIS . yang bisa dilihat di postingan saya yang lalu disini.

Motor dan generator

        motor adalah alat yang mengubah energi listrik mrnjadi energi gerak(gerak putar), contoh kipas angin , sanyo
sedangkan generator adalah alat yang mengubah energi gerak ( gerak putar) menjadi energi listrik arau kebalikan dari kerja motor, contoh pembangkit listrik tenaga air , pembangkit listrik tenaga angin

        sebelum mengerti cara kerja motor dan generator anda harus mengerti teori magnet , induksi magnet , elektromagnetik dan induksi elektromagnetik
fluks adalah garis gaya pada medan magnet
induksi magnet yaitu timbulnya medan magnet oleh arus listrik , arah fluks magnetnya sesuai kaidah tangan kanan
induksi elektromagnetik yaitu timbulnya arus listrik disebabkan oleh perubahan arah medan magnet (percobaan Faraday)













keterangan :
penghantar dengan tanda ( . ) berarti arah arus listrik mendekat
penghantar dengan tanda ( X) berarti arah listrik arus menjauh
daearah berwarna hijau disebut arah fluks magnet

         Bagaimana motor bisa berputar ? motor memiliki magnet tetap dan lilitan ( strator dan rotor jika pada motor AC) ,saat kumparan atau lilitan dialiri arus listrik maka timul fluks magnet di sekitar lilitan fluks magnet tersebut bertabrakan dengan fluks magnet pada megnet tetap sehingga menimbulkan gerak putar, kejadian ini berlangsung terus menerus


         Bagaimana generator bisa menghasilkan arus listrik ? sama halnya dengan motor , generator juga memiliki magnet tetap dan lilitan , magnet tetap mempunyai fluks magnet yang tetap pula , saat lilitan berputar maka saat itulah fluks magnet pada magnet permanen akan berubah-ubah sehingga dapat menghasilkan arus listrik

        Bagaimana dengan motor AC dan DC ? apakah sama ? motor AC memilik strator ( bagian yang tetap ) dan Rotor bagian yang berputar , cara kerjanya sebenarnya sama hanya saja sumber tegangan dan konstruksinya yang berbeda motor AC memiliki belitan utama dan belitan bantu.
motor AC
Motor DC

     










     Bagaimana dengan generator AC dan DC ?
yang berbeda dari generator DC dan AC hanya pada penempatan cincinnya seperti gambar berikut sehingga arus yang keluar bisa berbeda . Generator DC cincinnya berbentuk stengah lingkaran berhadapan, sedangkan pada AC cincin berbentuk lingkaran dan dipasang sejajar

   

Jumat, 25 Januari 2013

Membuat Bel Kuis || Simulasi Bel Kuis Menggunakan VB

Pada Postingan kali ini, kita akan mencoba membuat Program Simulasi Bel Kuis Menggunakan Visual Basic 6.0. Adapun Tahapan Pembuatan Program Simulasi Bel Kuis adalah sebagai berikut:

  1. Buka Program Microsoft Visual Basic yang Terinstall di Komputer Anda.
  2. Buat Sebuah Project Baru, Pilih Standart EXE
  3. Tambahkan 3 buah Shape, 4 buah Label, 6 buah control image dan sebuah Command Button
  4. Untuk Kontrol Image tambahkan gambar seperti berikut. Atur tombol tekan dalam keadaan visible false
Gambar Push Button
Gambar Tombol Tekan
Gambar Push Button
Gambar Tombol Lepas
 
  1. Atur sedemikian rupa atau kurang lebih seperti gambar berikut ini.
Program Simulasi Bel Kuis Menggunakan Visual Basic

Gambar Tampilan Program Simulasi Bel Kuis

  1. Klik dua kali button reset dan tambahkan script ini
 Program Simulasi Bel Kuis Menggunakan Visual Basic
  1. Klik dua kali image tombol lepas dan tambahkan script ini
 Program Simulasi Bel Kuis Menggunakan Visual Basic
  1. Lakukan untuk dua tombol lepas lainnya
  2. Jalankan Program Buatan anda, jika ada error silakan debug dan perbaiki. Jika berhasil maka Program Simulasi buatan anda akan seperti ini
 Simulasi Bel Kuis Menggunakan Visual Basic 

 Gambar Simulasi Bel Kuis dalam Keadaan StandBy


Simulasi Bel Kuis Menggunakan Visual Basic
 Gambar Simulasi Bel Kuis Ketika Tim C menekan Tombol

Sedikit Penjelasan Mengenai Cara Kerja Program Simulasi Bel Kuis diatas.
Program Simulasi Bel Kuis diatas adalah untuk Rangkaian Bel Kuis Menggunakan Relay untuk Tiga Tombol. Ketika Salah satu peserta menekan tombol maka Led akan menyala dan tertahan, Sedangkan Peserta lainnya tidak akan dapat menekan tombol lagi.
Ketika Panitia menekan tombol Reset maka Persaingan antar peserta bisa dimulai lagi.



Kamis, 24 Januari 2013

Membuat Bel Kuis||Rangkaian Bel Kuis Menggunakan Relay

Pada Postingan sebelumnya, Tutorial Elektronika telah pernah membahas tentang Contoh Rangkaian Bel Kuis Menggunakan Relay. Namun Tombol yang digunakan sebanyak dua buah. Dan pada kesempatan kali ini, akan dibahas tentang Rangkaian Bel Kuis Menggunakan Relay untuk Tiga Tombol.
Sebenarnya Contoh Rangkaian Bel Kuis kali ini tidak berbeda jauh dengan contoh rangkaian bel kuis sebelumnya. Hanya saja ada penambahan beberapa buah relay dan sebuah tombol button.

Sebelum kita memulai membuat rangkaian bel kuis, ada baiknya jika kita terlebih dahulu mengetahui komponen apa saja yang kita butuhkan untuk membuat bel kuis ini. Adapun komponen elektronika yang kita butuhkan adalah sebagai berikut.
  1. Power Supply 12 Volt
  2. Sebuah Push Button NC dan tiga buah Push Button NO
  3. Tiga buah SPDT Relay dan tiga buah DPDT Relay
  4. Tiga buah LED

Setelah semua komponen tersebut didapat, akan kita rangkai seperti gambar rangkaian||skema rangkaian||circuit bel kuis menggunakan relay berikut ini
Rangkaian Bel Kuis Menggunakan Relay

Gambar Rangkaian Bel Kuis menggunakan relay
Untuk Prinsip kerja Rangkaian diatas sebenarnya tidak beda jauh dengan Rangkaian Bel Kuis Dua Tombol. Rangkaian bel kuis ini masih menggunakan prinsip relay holding yang dapat dibaca di Blog Andiero.
Mungkin sedikit yang dapat saya sampaikan untuk cara kerja rangkaian bel kuis tersebut.
  1. Rangkaian Bel Kuis tersebut terdiri dari tiga Tombol dan Sebuah Tombol Reset
  2. Ketika salah satu peserta menekan tombol, maka lampu peserta tersebut akan menyala. Peserta lainnya tidak akan dapat menekan tombol lagi.
  3. Lampu akan tetap menyala selama panitia tidak menekan tombol reset.
  4. Ketika Tombol Reset ditekan maka LED akan mati dan peserta dapat kembali bersaing untuk menekan tombol tercepat.






Rabu, 23 Januari 2013

Rangkaian Sensor Cahaya

ElectaX Blog. Beragam Aplikasi Rangkaian Sensor mungkin talah banyak beredar di Internet. Mungkin tulisan saya ini adalah tulisan tentang rangkaian sensor yang kesekian kalinya. Pada tulisan-tulisan sebelumnya, saya juga telah pernah mempublish contoh rangkaian sensor suhu dan Contoh rangkaian Sensor air.
Untuk melengkapi tulisan saya tersebut, pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai Rangkaian Sensor Cahaya Sederhana Menggunakan LDR.

Seperti biasanya, sebelum kita memulai membuat rangkaian sensor cahaya sederhana ada baiknya jika kita terlebih dahulu mengetahui daftar komponen apa saja yang kita butuhkan untuk membuat rangkaian sensor cahaya ini. Berikut ini adalah dafatar komponen yang kita butuhkan untuk membuat rangkaian sensor cahaya sederhana menggunakan LDR:
1.      LDR
2.      Resistor Variabel
3.      Resistor tetap
4.      Transistor
5.      Led indikator
6.      Baterai 9 volt

Adapun contoh rangkaian sensor cahaya sederhana adalah sebagai berikut:
Gambar Rangkaian Sensor Cahaya


Sedikit Penjelasan Mengenai prinsip Kerja Rangkaian Sensor Cahaya diatas.
Sama seperti Rangkaian sensor pada umumnya, Rangkaian sensor diatas juga terdiri dari rangkaian pembagi tegangan dan rangkaian saklar otomatis menggunakan transistor.
Jika Sensor Cahaya LDR terkena cahaya dalam intensitas yang tinggi maka hambatan LDR akan menjadi rendah, arus akan mengalir melewati resistor tetap dan akan mengaktifkan Saklar Otomatis. Dan LED indikator akan menyala. Dan Sebaliknya.


Demikianlah Tutorial Elektronika yang dapat saya berikan pada kesempatan kali ini. Jika ada pertanyaan dan saran silakan tuliskaan saja di kotak komentar.

Selamat Belajar!



Selasa, 22 Januari 2013

Rangkaian Penghasil Delay

ElectaX. Delay atau Jeda Waktu adalah penundaan eksekusi tertentu berdasarkan timing yang telah diatur. Dalam dunia pemrograman, Delay sangat bermamfaat karena kita dapat melihat respon yang terjadi dari program yang telah kita buat.
Sebagai Contoh pada Pemrograman Visual Basic, Kita gunakan perintah Sleep (Nilai Delay dalam ms) untuk menciptakan delay dalam ms. Atau dalam pemrograman bahasa c, kita gunakan perintah Delay_ms(nilai delay dalam ms). Namun terlebih dahulu kita deklarasikan perintah-perintah delay tersebut.
Nah, pada postingan kali ini saya ingin memberikan beberapa contoh rangkaian yang dapat kita gunakan sebagai rangkaian elektronika penghasil delay. Berikut ini contohnya.

Rangkaian Elektronika penghasil delay yang pertama adalah dengan menggunakan Rangkaian Transistor. Berikut ini contoh rangkaiannya.
Rangkaian Penghasil Delay Menggunakan Relay

Rangkaian Transistor diatas kita gunakan sebagai rangkaian timer (delay) sederhana. Nilai delay yang dihasilkan dibentuk oleh dua komponen elektronika yaitu resistor variabel dan kapasitor. Sedangkaian rangkaian transistor darlington kita gunakan sebagai penguat ganda agar intensitas cahaya lampu tidak redup.

Rangkaian elektronika penghasil delay yang kedua adalah menggunakan ic timer counter NE555. Adapun contoh rangkaiannya adalah sebagai berikut.
Rangkaian Penghasil Delay Menggunakan IC

Rangkaian elektronika penghasil delay diatas menggunakan IC NE555. Rangkaian Monostable diatas dapat juga kita gunakan untuk menghasilkan timer yang sangat bermamfaat. Besar nilai delay (timer) yang dihasilkan dibentuk oleh Resistor Variabel, resistor tetap dan juga kapasitor. Kondisi awal rangkaian diatas adalah LED D2 menyala dan juga Buzzer. Ketika kita menekan button SW1 maka LED D1 yang akan menyala dan membutuhkan waktu lagi agar LED D2 menyala karena terjadi pengisian pada kapasitor yang kita gunakan.Ketika kapasitor telah terisi penuh maka LED D2 dan Buzzer kembali menyala.




Membuat Termometer Digital Sederhana

ElectaX. Thermometer digital sebenarnya bukanlah barang baru lagi dalam dunia elektronika. Ada banyak Contoh rangkaian thermometer digital yang dapat anda cari di internet. Silakan anda masukan keyword di google seperti “Membuat Thermometer Digital” maka anda akan menemukan banyak artikel yang menulis tentang Themometer Digital.
Jadi tidak ada salahnya jika kita mencoba membuat Thermometer digital sendiri. Bagaimana Caranya?

Tutorial Elektronika kali ini akan membahas bagaimana membuat thermometer digital sendiri. Sebelum memulai membuat thermometer digital, terlebih dahulu kita kumpulkan komponen elektronika yang kita butuhkan. Komponen Elektronika yang kita butuhkan sebagai berikut:
  1. Sebuah Thermistor
  2. 6 buah Resistor 10KOhm
  3. 4 buah Resistor 480 Ohm
  4. 4 buah IC LM339
  5. 4 buah led dengan warna yang berbeda-beda; Biru, Hijau, Kuning dan Merah
  6. Sebuah Buzzer
Setelah kita mengumpulkan komponen-komponen tersebut, kita dapat merangkainya seperti contoh rangkaian thermometer digital dengan indicator led dibawah ini.

Gambar Rangkaian Termometer Digital Sederhana

Gambar.1 Rangkaian thermometer Digital

Rangkaian Thermometer digital tersebut dapat anda pasang di tempat tinggal anda, baik di ruang tamu ataupun di kamar tidur anda.
Cara kerja rangkaian elektronika tersebut kurang lebih seperti ini:
  1. Ketika Suhu yang dideteksi oleh thermistor sebesar 0oC-15oC maka Led yang pertama (berwarna biru) akan menyala yang mengindikasikan suhu dingin.
  2. Ketika Suhu yang dideteksi oleh thermistor sebesar 20oC-30oC maka Led yang kedua (berwarna hijau) akan menyala yang mengindikasikan suhu normal.
  3. Ketika Suhu yang dideteksi oleh thermistor sebesar 35oC-55oC maka Led yang ketiga (berwarna kuning) akan menyala yang mengindikasikan suhu meningkat.
  4. Ketika suhu yang dideteksi oleh thermistor mencapai hingga 60oC lebih maka Led keempat (berwarna merah) akan menyala ditambah suara buzzer yang mengindikasikan bahaya.
Gambar Rangkaian Termometer Digital Sederhana

Gambar.2 Rangkaian Thermometer Digital berkerja


Senin, 21 Januari 2013

Rangkaian Sensor Suhu Proteksi


Tutorial Elektronika kali ini akan membahas tentang rangkaian sensor suhu yang dapat kita gunakan sebagai rangkaian proteksi terhadap panas. Rangkaian sensor suhu ini dapat anda gunakan pada alat-alat elektronika yang rentan terhadap panas yang berlebihan. Baca lagi...?

Untuk membuat rangkaian sensor suhu tersebut, kita membutuhkan komponen elektronika sebagai berikut.
  1. Sensor suhu ( disini saya menggunakan thermistor model 5KOhm per 25oC)
  2. 2 buah resistor 10KOhm
  3. dua buah transistor NPN (saya gunakan 2N222A)
  4. relay proteksi 12 volt
  5. supply 9 volt dan 12 volt

            Setelah semua komponen elektronika diatas telah anda dapatkan, maka kita akan merangkainya seperti gambar berikut ini.
Gambar Rangkaian Sensor Suhu

Gambar.1 Rangkaian Sensor Suhu Proteksi

            Sedikit penjelasan mengenai rangkaian sensor suhu proteksi tersebut sebagai berikut:
  1. Rangkaian sensor suhu tersebut terdiri dari tiga rangkaian yaitu, rangkaian pembagi tegangan thevenin, rangkaian transistor darlington dan rangkaian relay proteksi.
  2. Ketika suhu dalam batasan normal atau dalam nilai toleransi hingga 450C, kinerja alat elektronika tetap stabil.
  3. Apabila suhu telah mencapai hingga 500C atau lebih, maka relay proteksi akan berkerja dan akan memutus kontak dengan sumber tegangan 220 volt.

            Rangkaian sensor suhu tersebut cukup sederhana, hanya menggunakan prinsip pembagi tegangan yang biasa digunakan pada rangkaian sensor lainnya. Kita dapat menggunakan rangkaian tersebut untuk beragam aplikasi lainnya seperti indicator pemanas ruangan atau sebagai indicator pemasak air.
            Kita juga dapat menggunakan rangkaian sensor suhu tersebut menjadi inputan bagi mikrokontroler dan membuat beragam aplikasi elektronika yang inovatif. Seperti membuat Thermometer Digital Sederhana dengan Thermistor atau lain sebagainya.
            Bagi anda yang memiliki pertanyaan atau ingin berbagi informasi lainnya, anda dapat menuliskannya di Kotak komentar yang ada.